Review Film Saw 2

Saw 2 PosterWah, setelah agak lama tertunda-tunda, akhirnya keturutan juga nonton film yang sebelumnya selalu bikin aku penasaran ini :D

Sebetulnya kalau mau jujur, dengan beberapa alasan tertentu, aku nggak terlalu suka nonton film-film model begini di bioskop, selain karena durasi filmnya yang relatif pendek (cuma satu setengah jam), Saw 2 juga nggak bisa dikategorikan sebagai ‘film monumental’ yang wajib ditonton di bioskop seperti halnya trilogi Lord of The Rings, Star Wars, ataupun Gladiator misalnya…

Basically, cerita Saw 2 ini memang erat kaitannya dengan cerita film Saw yang merupakan prequel-nya. Makanya untuk temen-temen yang langsung nonton Saw 2 tanpa sebelumnya pernah nonton Saw pasti akan sedikit bingung, karena ada beberapa adegan dan alur cerita di film ini yang berkaitan erat dengan film pertama.

Jalan ceritanya sendiri cukup sederhana, 8 orang (4 pria dan 4 wanita) yang saling tidak mengenal terkurung di dalam sebuah rumah yang tidak diketahui lokasinya, mereka merupakan bagian dari ‘permainan’ hidup dan mati yang dirancang oleh Jigsaw, seorang pembunuh berantai yang juga psikopat jenius.

Salah satu tokoh wanita yang terkurung itu adalah Amanda, dia adalah satu-satunya orang yang berhasil lolos dari ‘permainan’ Jigsaw di cerita film pertama, tapi sialnya kembali terjebak untuk kedua kalinya dalam ‘permainan’ hidup dan mati ini.

Pada awal film, Jigsaw -yang aslinya ternyata adalah seorang kakek-kakek pengidap kanker- berhasil ditangkap di persembunyiannya oleh Detektif Matthews (diperankan oleh mantan personil NKOTB, Donnie Wahlberg). Dari situ juga baru diketahui kalau diantara 8 orang yang terperangkap dalam ‘permainan’ itu, salah satunya ternyata adalah putra Detektif Matthews.

Ketegangan pun dimulai, karena cepat atau lambat, satu-persatu dari 8 orang yang terperangkap itu pasti akan mati dengan mengerikan, baik oleh jebakan-jebakan maut yang dirancang oleh Jigsaw, atau mati karena menghirup gas beracun yang dialirkan ke seluruh rumah.

Sebagaimana ending dari film Saw, ending dari Saw 2 ini juga memberikan kejutan tersendiri, meski seperti dibilang rifie di komentar posting sebelumnya, untuk penonton yang mengikuti alur cerita dengan seksama sudah bisa menduga siapa dalang dibalik permainan ini, sekaligus membuka kemungkinan untuk dibuatnya Saw 3 sebagai sekuel berikutnya.

Singkatnya, film ini sebetulnya lumayan (terutama kalo suka film misteri / suspense… dan nggak takut dengan banyaknya adegan sadis, plus darah muncrat dimana-mana), tapi kalau menurutku sih masih lebih bagus dan menegangkan filmnya yang pertama, karena ending dari film Saw jauh lebih tidak terduga daripada Saw 2.

Nggak perlu nonton film ini di bioskop, hematlah paling sedikit Rp 25.000,- demi selembar tiket bioskop 21, dan lebih baik nunggu VCD aslinya dirilis di Indonesia aja untuk kemudian nyewa di rental terdekat. Atau kalau udah nggak sabar pengen nonton… boleh juga beli DVD bajakannya dengan harga sekitar Rp 6000,- :D

Jangan lupa nonton Saw dulu sebelum nonton Saw 2 yak… ;)

Rating: 6,5 / 10

4 Responses to “Review Film Saw 2”

  1. Gravatar mariskova

    Sayang, gak ada fukubukuro di toko dvd :(
    Blom pernah nonton Saw. Gw takut film horor. Tapi sekedar info menghemat nonton (moga2 blom nonton): GAK PERLU nonton War of the World-nya Tom Cruise and Steven Spielberg. Buang2 duit ajah!
    (mangkel pisan, udah tertipu gembor2 iklan)

  2. Gravatar zuki

    hmmm … jadi penasaran :)

  3. Gravatar ricorea

    Saya akan turuti saran Kang Mas Tommy Soe… hahahaha…
    Iya. Aku tonton dulu Saw. Baru nonton Sawerannya kan. :)

  4. Gravatar Fredy Cadalora

    Wah Gila Film SAW, Film terbaik sepanjang masa, gua salut sama yang bikinnya.

    Hebattttttttttttt Bagus Banget, Gua suka banget, gua tunggu sampe SAW 3,4,5, dst…………

Add Your Comment