Tradisi Mudik
Nggak terasa lebaran tinggal 10 hari lagi. Meskipun belum ada kepastian lebaran hari pertama tahun ini akan jatuh pada tanggal berapa, tapi diperkirakan (berdasar kalender) sih sekitar tanggal 3 atau 4 November nanti.
Terus terang nggak cuma momen lebaran yang bikin aku merasa bahagia bin senang… tapi juga suasana kota Jakarta pada beberapa hari menjelang dan sesudah lebaran yang mendadak jadi jauh lebih manusiawi.
Kalau biasanya macet dimana-mana, khusus setahun sekali, Jakarta mendadak jadi kota yang sangat nyaman untuk dipakai berkendaraan keliling kota.
Thanks to tradisi mudik sewaktu lebaran… ![]()
Yup, aku memang hampir nggak pernah merasakan betapa susahnya orang mudik, karena memang sejak sekitar 15 tahun terakhir biasa menghabiskan momen lebaran bersama keluarga di Jakarta.
Berhubung Mbah Kakung dan Mbah Putri (ortunya Si Mami), dan juga Eyang Kakung dan Eyang Putri (ortunya Si Papi) sudah lama meninggal, jadilah tiap lebaran aku jadi ‘penunggu’ kota Jakarta dan nggak ikut terlibat dalam hingar-bingarnya tradisi mudik.
Apalagi Si Papi adalah anak sulung, sementara sejak Bude Ni’ meninggal beberapa tahun yang lalu, Si Mami pun sekarang menjadi anak paling tua, jadi justru malah Si Papi dan Si Mami yang jadi tujuan kunjungan dari para oom, tante, bulik, dan juga paklik untuk bersilaturahmi pada saat lebaran… ![]()
Kalau dulu waktu masih kuliah di Jogja, aku tidak mengartikan perjalanan dari Jogja ke Jakarta tiap lebaran itu sebagai “mudik”… tapi “hilir” ![]()
Karena aku menganggap “mudik” itu ya cenderung melakukan perjalanan dari kota besar menuju ke kota-kota yang relatif lebih kecil, sementara melakukan perjalanan dari kota kecil ke kota besar itu namanya “hilir”
Karena lebih banyak orang yang “mudik” daripada “hilir”, mungkin itu pula sebabnya harga tiket semua sarana transportasi dari kota besar ke tujuan kota-kota kecil mendadak melonjak drastis pada beberapa hari menjelang dan sesudah lebaran.
Sudah mahal… dapatnya pun harus dengan penuh perjuangan pula!
Berbeda dengan “mudik”, rasanya “hilir” itu jauh lebih nyaman. Tiket relatif mudah didapat, dan kalaupun harganya naik… rasanya kenaikan harganya juga masih dalam batas wajar.
Selain itu, dulu aku juga sering melakukan perjalanan darat dari Jogja ke Jakarta dengan membawa mobil sendiri (sendiri disini maksudnya betul-betul menyetir seorang diri, tanpa ditemani co-driver), dan boleh dikatakan “hilir” dengan menyetir mobil sendiri pun rasanya tetap nyaman, karena jarang terjadi kemacetan di jalur selatan dari Jogja menuju Jakarta. Hanya memang perjalanan jadi sedikit lama, karena dibutuhkan kesabaran dan ketrampilan ekstra untuk menyalip kendaraan di depan. Maklumlah, arus kendaraan dari arah berlawanan memang sangat padat.
Tapi itulah memang uniknya tradisi mudik (dan juga hilir, in my case), perjalanan sulit dan panjang pun rela ditempuh banyak orang demi melewatkan momen lebaran bersama sanak-saudara. Bermaaf-maafan, bersilaturahmi, dan juga berkumpul bersama dengan handai-taulan, kerabat, dan juga teman-teman lama di kampung halaman.
Kebahagiaan seperti itulah yang membuat banyak orang rela ‘berjuang’ selama di perjalanan, karena pada saat berkumpul di tengah keluarga… rasanya semua halangan untuk menuju kampung halaman itu menjadi tidak berarti apa-apa lagi.
There’s no place like home… atau home sweet home adalah idiom yang tepat untuk menggambarkan perasaan para pemudik begitu sampai di kampung halaman.
Trust me… meskipun aku ini dulu adalah pemudik ‘gadungan’, tapi aku juga pernah merasakan hal-hal yang seperti itu ![]()
Untuk temen-temen yang tahun ini berencana mau mudik lebaran, aku ucapkan selamat jalan ya… jangan lupa bawa oleh-oleh yang banyak sekembalinya ke Jakarta sesudah lebaran nanti ![]()
October 24th, 2005 at 8:14 pm
selamat menyongsong lebaran ya dik tom, selamat berhilir ria gembira bersama keluarrrrrgraaaa..
October 24th, 2005 at 10:27 pm
Pulang kampung nggak nih mas? Rindu sama kue2 kering khas Lebaran.. Duh, kalo pulang aku minta kuenya ya, di Jerman ga ada, kalopun ada rasanya beda..
October 25th, 2005 at 2:25 am
mudik hiks
October 25th, 2005 at 8:59 am
hahaha… bener juga tuh mas istilah “hilir”-nya…
October 25th, 2005 at 2:57 pm
banyak airnya ga di hilir. :lol:
saya belajar jd jedi knight sejak punya pedang panjang.. xixixi… ngung ngung ngung.. *ceritanya suara pedang si jedi*…
October 25th, 2005 at 5:29 pm
aku rencananya mudik tgl 29.
met lebaran yah, maap lahir dan batin (skr aja ngucapinnya ketimbang gak sempet)
October 26th, 2005 at 10:28 am
Mas Tom, mau lebaran di jakarte saja ya?.
kapan turun gelanggang lagi nih?
cepet recovery-nya yo
October 26th, 2005 at 10:44 am
mas.. artikel yang menarik…
sudah 5 tahun ini aku bergabung jadi ‘mudiker’.
Ada yang lain mas dari rasa mudik mas..
Mudik itu sih perjalanan ke ‘hulu’ tempat kita berasal. Saat mudik kita mengalami perubahan, di Jakarta kita hanya anonim (tidak ada yg kenal di kompleks atau jalan he he..), tapi kalau kita di kampung menjadi diri sendiri yang punya identitas. Banyak yg kenal nama kita. So, perasaan teralienasi menjadi objek di tengah kebisingan Jakarta akan diredam seminggu menjadi ‘human’ kembali.
Mudiker likes the salmon fish ,
Salmon goes to the upstream to hatch newborn soul…
Mudiker goes to the upstream to reinvigorate weary soul…
Buat para mudiker.. selamat menempuh perjalanan ke asal…
October 26th, 2005 at 12:18 pm
Mas Tom khan ga pernah ngrasain mudik dan hilir terus tuh ceritanya, gimana kalau sekarang mudik aja…kemana kek….
ayo di coba…dicoba…
October 26th, 2005 at 1:33 pm
Waaaaah…… gak jadi mudik Mas? Gara2 urusan pribadi yg melibatkan cewe seksiiih itu yak huehehehehehe…… Punya ade cewe gak yg seksi2 ituh kikikikik.
Btw kemaren sabtu SPG2 n Mahasiswi Atma pada dateng kok Mas. Kan mereka tau klo ada kuliah tambahan di Platinum, Plangi bareng sayah wakakakakakak.
October 27th, 2005 at 3:46 pm
senasib mas tom..
saya ga pernah pulkam, krn ortu disini tmp kami tinggal skr.
tp pernah berlebaran sekeluarga di solo (tmp mbah), dan brangkatnya sehari sblm lebaran. wuih! pengalaman tak terlupakan, ikut bermacet ria, konfoi dan capeknya di jalan raya sama pemudik arah jawa tengah-timur lainnya. ga lagi2 deh hehe…
October 27th, 2005 at 8:18 pm
hiks hiks hiks… senengnya yg pada mudik atau hilir… ak mau berkubang mulu
October 28th, 2005 at 9:58 am
mudik dari kata dasar udik.. kembali ke udik.. udik = kampung.. jadi kembali ke kampung.. vi3 dulu kalo lebaran ikutan mudik ke Banyuwangi, meski vi3 gag ikutan lebaran, tp suasana lebaran di banyuwangi enak banget seh.. banyak temen kecil pada pulang kampung, jadinya ngumpul gitu deh..
sekarang berhubung vi3 dah tinggal di banyuwangi, ya jadinya gag ada acara mudik lagi deh..
October 28th, 2005 at 1:59 pm
hmmm…nungguin jakarta nih critanya? nitip ya, jangan ampe ilang loh
Met lebaran ya mas tom, maapin lahir batin yaa…
October 28th, 2005 at 10:07 pm
Gak pa-2 hilir mudik menuju ‘kemenangan’…Happy Idul Fitri Pak…Inside,outside maapin aye..tetap siaga dengan pemudik yg merangkap teroris..(amit-amitt…!!).
October 28th, 2005 at 10:15 pm
Ceritain Jakarta yang kosong yak! Met Lebaran! Maap Lahir Batinnnn….
October 28th, 2005 at 10:34 pm
sama dong, gw jg ga pernah mudik, kecuali kalo pergi pagi-sore pulang ke rumah nenek di desa temasuk mudik ga??
October 29th, 2005 at 2:58 pm
Aku kayaknya mudik ke Bandung pas lebaranan nanti. So, aku mengucapkan “Selamat Hari Raya Iedul Fitri” buat Mas Tom dan keluarga. Mohon maaf lahir batin klo ane ade sale2 kate. Ok.
October 31st, 2005 at 10:17 am
isih kerjo tah?
October 31st, 2005 at 11:19 am
pamit…..
mo mudih neh
Selamat Idul Fitri 1426 H
Maaf lahir dan batin
October 31st, 2005 at 12:51 pm
Mas Tom…. di H-3, ditengah perasaan yg lagi bener2 kecewa
, nggak lupa Ad@m mo ngucapin Minal Aidin Walfaizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin *takutnya gak OL nih Mas pas H0 hehehehe*
November 1st, 2005 at 9:48 am
Minal aidin wal faidzin
mohon maaf lahir bathin mas
November 1st, 2005 at 10:13 am
mas mas.. bagi kupat donk..
November 1st, 2005 at 12:23 pm
Mudik, Selamat Lebaran, dan 1st Blog Anniversary!
Mohon maaf yang sebesar-besarnya baik lahir maupun batin atas semua kesalahan kami sekeluarga. Semoga Alloh menerima segala amal kita selama Ramadhan dan menjadikan diri kita kembali suci setelahnya serta kita diberi kesempatan untuk bertemu Ramadhan y…
November 1st, 2005 at 12:34 pm
beli kupatnya satu donk.. diskon brapa bang?