Ujian Menahan Emosi
Bulan Ramadhan adalah bulan baik dimana umat Islam wajib mengendalikan diri dari segala hawa nafsu… termasuk hawa nafsu untuk marah tentunya.
Puasa sudah memasuki hari ke-17, tapi baru kali ini cobaan menahan hawa nafsu untuk marah (atau murka?) muncul, dan aku pikir ini memang betul-betul sebuah perkecualian, karena siapapun yang tahu pasti akan ikut emosi juga…
Berita di Detik yang menyebutkan anggota DPR-RI akan mendapat tambahan uang operasional sebesar Rp 10 juta sebulan, menurutku betul-betul menyulut emosi! ![]()
Aku sampe speechless betul ini…
Apa yang ada di kepala para anggota DPR itu? kosong kah? nggak ada isinya kah?
Dimana urat malunya? putus sejak dulu kah?
Huh, hal ini hanya semakin menguatkan dugaanku kalau orang-orang yang ada di DPR itu sebetulnya bukan berniat untuk mengabdikan diri demi kepentingan nusa, bangsa, dan negara… tapi demi uang, keluarga, dan partai!
Lumayan lah… lima tahun masa jabatan bisa dipakai untuk menumpuk simpanan uang sebagai bekal pensiun yang nyaman setelah nantinya tidak menjabat sebagai anggota DPR lagi.
Sangat ironis, karena kemarin aku melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana sangat sederhananya kondisi kantor lembaga kuasi-negara yang merupakan salah satu pilar penegak hukum di negara ini.
Kabar yang aku dengar, DPR sepertinya mengulur-ulur (atau menghambat?) pencairan dana operasional untuk lembaga ini yang berasal dari APBN tanpa alasan yang cukup bisa dimengerti.
Padahal dana operasional untuk lembaga ini jelas sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja mereka, yang berarti juga menjamin tegaknya hukum di Indonesia.
Tapi herannya… giliran menyangkut kepentingan dirinya sendiri, kok persetujuan pencairan dananya bisa express ya? ![]()
Huahahahaha…
… memang sebuah ironi pahit di negeri ini.
Masa bodoh lah mau ada kakek-kakek atau nenek-nenek yang mati hanya gara-gara berusaha mendapat dana kompensasi BBM yang jumlahnya ‘cuma’ cepek itu… toh jumlah itu kan hanya sekitar satu persen dari uang operasional yang akan diterima oleh masing-masing Anggota Dewan.
Apapun alasan pembenar (atau alasan pemaaf) yang disampaikan dengan mulut sampai berbusa-busa tentang tambahan Rp 10 juta per bulan ini, publik tidak akan pernah bisa memahami pola pikir (absurd) para Anggota Dewan yang (katanya) terhormat itu.
Nah, berhubung ini bulan Ramadhan, sepertinya publik dituntut supaya lebih baik lagi dalam mengendalikan hawa nafsunya… termasuk hawa nafsu untuk menghujat, mencela, atau mengkritik Anggota Dewan serta segala kebijakan yang telah diambilnya.
End of discussion!
October 21st, 2005 at 12:37 pm
iggggggggghhhhhhhhhhhhh.. menyebalkan…
arrrrrrrrrggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhh..
*kesel sendiri karena gag bisa nuntut naek gaji*
October 21st, 2005 at 2:59 pm
ujian menahan emosi hanya utk 30 hari ya. abis ujian, emosi lagi. jadinya: klo lulus–> lulus beneran apa ga?
tom, baca email yakh. ta tunggu jawabannya sesegera mungkin.
October 22nd, 2005 at 1:14 pm
selamat bergabung dengan dunia moderator.. hihihhi
October 22nd, 2005 at 10:09 pm
sabaaarrrr sabarrrr
October 23rd, 2005 at 9:20 am
waktu mereka mencalonkan diri jadi caleg kan ngeluarin duit banyak, jadi mereka berpikir gimana caranya biar duit itu bisa kembali.

btw, waktu aku isi coment ini, ada cewek cakep yg main di depanku loh. mbboiiss (kata jawa-nya)
October 23rd, 2005 at 1:15 pm
heuh, emang susah yah jadi rakyat, pantes aja semua orang pengen jadi penggede, coba kalo jadi penggede yang susah dan pedih, pasti ga ada yang mau jadi penggede.
October 23rd, 2005 at 1:59 pm
Apa DPR sekarang cendrung bermakna “Dewan Perampok Rakyat ” ? atau yang berprinsip “DariPada Rugi” ?
Menurutku, siapapun yang memberi usulan ataupun yg mau menerima dana itu nanti sudah memenuhi syarat untuk….wis, aku ngamuk tenan ! Udah ngasih ‘do’a’ yang paling parah buat mereka…Waspadalah !!
October 23rd, 2005 at 2:43 pm
ya di syukurin aza deh mas Tom, pan syukur deh tambah kaya, syukur deh tamabah ini , syukur deh itu.. dan syukur deh abnyak yang ngumpatin jadi dosanya bekurang.. syukur deh bikin banyak orang ngumpat jadi dosanya nambah lagi ..
asyiik juga jadi anggota DPR … jadi pengen ganti cita2 bih,, jadi anggota DPR emang asyiiikkkk di dunia gak asyiiik di akhirat!
October 23rd, 2005 at 2:55 pm
Kesal bacanya.. Kalo dah diatas, lupa ma yang dibawah.. Duh, kapan mau maju negara kita?
October 24th, 2005 at 5:01 am
urat kemaluannya udah pada putus kali anggota DPR
ato udah gak punya kemaluan lagi?
enak gitu ya pake duit rakyat miskin?
sabar sabarr org sabar disayang pacarr
October 24th, 2005 at 9:17 am
biji mana kelanjutannya?
October 24th, 2005 at 8:05 pm
Mas, kita lihat bagaimana kelanjutannya … mungkin bukan cuma kita yang sehati, tapi seluruh rakyat negeri ini sama berfikirnya ….
October 26th, 2005 at 2:48 pm
Mereka mungkin belom pernah makan baceman theklek kali yah???
October 29th, 2005 at 2:55 pm
Yang jelas, puasanya anggota DPR pastinya sih batal kabeh. Yang batal itu yang nrimo 10 juta+yg menyanyikan “huuuu…” buat anggota dewan yg menolak.